Thursday, 8 May 2014

ADAB ZIARAH

Hidup kita di mesir ini tidak lari dari ziarah menziarahi satu sama lain, dan untuk menziarahi sesama sendiri kita mesti mengikut adab-adabnya, 
Saling menziarahi sesama kita memiliki pengaruh yang sangat besar untuk menguatkan hubungan, menambah rasa cinta, serta mengeratkan persatuan dan hubungan di antara kita. Ziarah juga memiliki keutamaan yang besar apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah Ta’ala atau untuk menyambung tali silaturrahim. Oleh karena itu, sudah seharusnya seorang muslim mengetahui petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam berkunjung agar ia tidak terjatuh dalam kekeliruan dan kesalahan. Adapun di antara petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam berkunjung tersebut sebagai berikut:

1. Berniat yang Baik
Apabila seseorang hendak mengunjungi saudaranya, maka yang wajib dilakukan pertama kali adalah mengikhlaskan niat semata-mata hanya karena Allah Ta’ala. Jangan sekali-kali ia meniatkan hanya karena ada tujuan duniawi saja, karana kawannya tersebut memiliki harta, jabatan, kedudukan di masyarakat misalnya atau hal-hal lain, sehingga tujuan berkunjungnya ke tempat orang tadi untuk mendapatkan sedikit habuan dari apa yang diinginkan hawa nafsunya. Maka niatkan ikhlas karana Allah Ta’ala, bukan karena harta, jabatan, kedudukan yang dimilikinya. Demikianlah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bahawasanya seorang lelaki mengunjungi saudaranya di kampung lain, maka Allah mengutus seorang Malaikat kepadanya dalam perjalanannya. Ketika telah bertemu, Malaikat itu berkata kepadanya “Kemana engkau hendak pergi?” Ia menjawab, “ Aku ingin mengunjungi saudaraku di kampung ini” Malaikat itu berkata lagi, “ Adakah bagimu satu nikmat yang hendak engkau kejar?” Ia menjawab,“ Tidak, hanya saja aku mencintainya karena Allah” Malaikat itu pun berkata lagi,“Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, bahwasanya Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintainya karena Allah.” (HR.Muslim)


2. Tidak Terlalu Sering Berkunjung (ziarah) Hingga Berlebihan
Janganlah terlalu sering berkunjung (berziarah) agar orang yang dikunjungi tidak menjadi bosan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berkunjunglah sesekali atau sekali waktu niscaya kalian akan saling mencintai” (HR. al-Baihaqi, al-Bazzar, dan ath-Thabrani)


3. Memilih Waktu yang Tepat untuk Berkunjung.
Hendaknya seorang pengunjung memilih waktu yang tepat ketika berkunjung. sudah tentu tidak layak seseorang mengunjungi orang lain pada pagi buta, tengah hari ataupun larut malam. Karena, waktu-waktu itu adalah waktu untuk tidur dan beristirehat, juga bukan waktu musim periksa(exam seperti sekarang) atau waktu-waktu orang yang akan dikunjungi pada waktu itu tengah sibuk atau tidak suka untuk diganggu. Terkecuali ada kepentingan yang mendesak atau seseorang telah meminta izin atau mengadakan perjanjian sebelumnya untuk berkunjung pada waktu tersebut.


4. Menjaga Adab-Adab Isti’dzan (Meminta Izin)
Hendaklah orang yang berziarah menjaga adab-adab beristi’dzan (meminta izin). Hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan agar tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan akhlak Islam. Di antara adab-adabnya adalah seperti: Mengetuk pintu tiga kali, jika tidak ada jawaban maka hendaknya ia pergi. Ketukan pun tidak terlalu keras dan memperhatikan jarak ketukan agar tidak mengejutkan, memperkenalkan diri, tidak menghadap ke arah pintu, mengucapkan salam sebelum masuk, menundukkan pandangan, menerima alasan tuan rumah dan tidak berburuk sangka, meminta izin sebelum masuk menemui mahram atau kerabatnya, dan lain sebagainya dari adab-adab meminta izin.


5. Menundukkan Pandangan terhadap benda peribadi (Anggota Keluarga).
Apabila seseorang mengunjungi sebuah keluarga di rumah mereka, maka wajib baginya untuk ghadhdhul bashar(menundukkan pandangan) terhadap privasi (hal-hal yang bersifat peribadi) anggota keluarga mereka. Janganlah ia mengumbar pandangannya agar terhindar dari melihat barang peribadi mereka dan janganlah ia mempunyai keinginan untuk melakukan hal tercela tersebut di dalam hatinya. Allah Ta’ala berfirman artinya, “Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Mu’min: 19)
Berkaitan dengan tafsir ayat ini, Ibnu ‘Abbas berkata, “Bahwasanya seorang lelaki masuk kepada ahli bait (tuan rumah), sementara di antara mereka ada seorang wanita yang cantik atau lewat di depannya. Apabila mereka lengah, lelaki itu pun melihat kepadanya. Jika mereka memperhatikan, maka ia pun menundukkan pandangannya. Jika mereka kembali lengah, laki-laki itu kembali melihatnya dan jika mereka memperhatikan, ia pun kembali menundukkan pandangan. Allah mengetahui isi hatinya bahwa laki-laki tersebut suka seandainya bisa melihat kemaluannya”. (Tafsir Ibnu Katsiir, IV/79-80)
Maka dari itulah, wajib bagi seorang hamba menghiasi dirinya dengan ketakwaan dan muraqabah (merasa diawasi oleh Allah Ta’ala).


6. Hendaknya Seorang Pengunjung Duduk di Tempat yang Telah Diizinkan oleh Tuan Rumah.
Apabila tuan rumah menempatkannya di sebuah bilik atau di tempat duduk tertentu, maka janganlah ia berpindah tempat tanpa izinnya. Sebab boleh jadi tuan rumah menempatkannya di tempat tertentu tersebut dengan tujuan agar hal peribadi atau aurat mereka tidak tersingkap.


7. Janganlah Mengumbar Pandangan untuk Melihat-lihat Perabot dan Barang-Barang Lain di sekitarnya.
Banyak orang yang merasa kurang selesa apabila orang yang mengunjungi melihat-lihat perabot dan barang-barang lain yang ada di sekitarnya. Terlebih lagi jika ditanyakan kepadanya, “Ini berapa harganya?” atau “Dari mana anda mendapatkannya?”, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang tidak layak untuk di pertanyakan.


8. Jangan Mengangkat Suara di dalam Rumah.
Hendaknya seorang pengunjung tidak mengangkat suara kerana dapat mengganggu orang-orang yang dikunjungi. Dan janganlah mengangkat suara tinggi-tinggi ketika berbicara, berdebat dan lain sebagainya, sehingga orang lain tidak terganggu olehnya. Allah Ta’ala berfirman: “…Dan lunakkanlah suaramu…”(QS. Luqman: 19)


9. Jangan Mencuri Dengar atau Mengintai Tuan Rumah.
Sebahagian orang memasang kedua telinganya untuk mendengarkan pembicaraan tuan rumah di bilik sebelah atau pembicaraan mereka dengan keluarganya atau pembicaraan kaum hawa dari penghuni rumah tersebut, dan hal-hal lain yang bersifat rahsia. Perbuatan-perbuatan seperti ini tidaklah sepatutnya dilakukan seorang muslim yang berakhlak mulia. Lebih-lebih jika ia berniat buruk atas perbuatanya tersebut, maka hal itu diharamkan.


10. Tidak Membiarkan Anak-Anak Merosakkan Harta di Rumah Orang.
Hendaknya seorang pengunjung tidak membiarkan anak-anaknya bermain-main, merosak dan memecahkan perabot, menghancurkan barang-barang, memukul anak tuan rumah, serta menjerit-jerit. Karana semua itu dapat mengganggu dan membuat mereka keberatan dikunjungi. Menggangu seorang muslim adalah perkara yang dilarang dalam agama.


11. Tidak Mengimami Tuan Rumah di Rumah Mereka.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Barangsiapa mengunjungi suatu kaum di rumah mereka, maka janganlah ia mengimami mereka, namun hendaknya salah seorang dari mereka (tuan rumah) bertindak sebagai imam”. (HR. Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi dan beliau menshahihkannya). Akan tetapi, apabila mereka mempersilahkan dan mengizinkannya disebabkan ilmu, keutamaan atau umurnya, maka ia boleh menjadi imam, menurut sebagian ahli ilmu.


12. Tidak Berlama-lama Ketika Berkunjung.
Apabila seseorang terbiasa berlama-lama ketika mengunjungi orang lain, maka akan membuat orang yang dikunjungi menjadi bosan, merasa berat, tidak menyukai kunjungannya atau enggan menerima kedatangannya lagi, bahkan bisa jadi dia akan membicarakan tentang keburukan dirinya.


13. Menyuruh kepada yang Ma’ruf dan Mencegah dari yang Mungkar.
Apabila seseorang berkunjung, kemudian melihat kemungkaran di rumah yang ia kunjungi seperti foto-foto atau gambar yang tergantung, patung, atau melihat mereka meninggalkan solat, mendengar lagu-lagu, tidak menutup aurat, atau melakukan hal-hal yang melanggar hukum agama, maka wajib atasnya menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar sesuai dengan kemampuannya. Janganlah ia merasa malu atau takut untuk melakukannya. Akan tetapi tentunya harus tetap menjaga adab yang baik dengan cara yang penuh hikmah dan mau’izhatil hasanah agar bisa diterima oleh tuan rumah.


14. Tidak Beranjak Pulang kecuali jika telah Diizinkan oleh Tuan Rumah.
Seseorang tidak diperbolehkan beranjak pulang tanpa meminta izin kepada tuan rumah. Atau keluar dari majlis untuk pulang tanpa izin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian mengunjungi saudaranya lalu ia duduk bersamanya, maka janganlah ia bangkit hingga saudaranya tersebut mengizinkannya”. (HR. ad-Dailami). Sebab jika ia bangkit dari majelis tanpa izin, bisa jadi akan tersingkap baginya aurat tuan rumah, dan tentunya hal ini tidak diperbolehkan.

15. Mensyukuri (berterima kasih) kepada Tuan Rumah atas Jamuan Mereka.Hendaknya seseorang bersyukur atau berterima kasih atas jamuan yang disuguhkan Tuan rumah, khususnya apabila mereka telah menerimanya dengan baik. Sebab barangsiapa tidak mensyukuri manusia, bererti ia tidak bersyukur kepada Allah Ta’ala. Seseorang harus membalas kebaikan orang lain kepada dirinya atau paling tidak ia mendo’akannya dengan berkata, “Jazaakumullahu Khaira…” (semoga Allah Ta’ala membalasmu dengan kebaikan atas penyambutanmu…) dan lain sebagainya dari ucapan-ucapan yang baik. Wallahu A’lam.

Friday, 6 September 2013

happy birthday

happy birthday,
selamat hari lahir,
sannah helwa,


ucapan tu akan diucap pada ulangtahun kelahiran seseorang, tapi persoalan ana disini,
perlukah kita sendiri menyambut hari ulangtahun kelahiran kita tu?
pada pendapat ana, ulangtahun hari lahir tu bukanlah hari yg kita patut diraikan,
tahukah kita siapa yg bersusah payah, berpenat lelah, dan bertarung nyawa untuk kelahiran kita itu.
jawapannya adalah IBU kita,
sepatutnya IBU lah yang patut gembira dan diraikan, sekurang-kurangnya ucaplah terima kasih pada IBU,

terima kasih kepada mami ku yg telah bnyk susah payah untuk kehidupanku,
itulah sedikit dari pandangan ana untuk hari kelahiran, kalau di hari kelahiran ana, ana x inginkan hadiah atau ucapan dari semua, tapi yg ana ingin kan cukup lah doa kesejahteraan hidup ana dan keluarga ana..

Wednesday, 14 August 2013

STOKIN KULIT ( khuf )

assalamualaikum,

arini atas permintaan sahabat ana nak tulis sedikit apa yg ana tahu tentang stokin kulit(khuf),
khuf adalah sejenis stokin yg diperbuat dari kulit yg menutupi smpai atas buku lali, ianya diguna secara meluas bagi org arab pada zaman rasulullah kerana ketahanan nya,
apakah fungsi khuf? ia adalah untuk melindungi dari kesejukan pada kaki,
musim sejuk adalah waktu yg sangat susah untuk mengambil wudhu kerana kesejukan air yg tramat, air panas pula x menentu, kadang2 x ada, kadang2 panas sangat, pastu ditambah pula dengan tandas di negara luar yg kebanyakan nya x ada kemudahan tempat wudhu.

jadi kesimpulannya guna la khuf, islam itu mudah bagi yg mengambil berat tentangnya,

stokin kulit(khuf)

islam itu mudah, ia bagi kita kemudahan, kemudahannya dengan menyapu air pada khuf tanpa perlu membasuh kaki pada singki yg tinggi ketika ambil wudhu,

syarat menyapu khuf:
Bagi membolehkan kita menyapu di atas khuf, hendaklah ketika memakainya kita berada dalam keadaan suci dari hadas iaitu memakainya dalam keadaan berwudhuk. Mughirah bin Syu’bah r.a. menceritakan; “Saya bersama Nabi s.a.w. dalam satu perjalanan (musafir). Saya ingin menanggalkan dua khuf (kasut) beliau. Namun beliau berkata; ‘Biarkanlah. Saya menyarungnya dalam keadaan  saya sudah bersuci (yakni berwudhuk)’. Beliau kemudian hanya menyapu ke atas dua khufnya (semasa mengambil wudhuk)”. Hadis riwayat Bukhari, Muslim

cara menyapu khuf:
berwudhu dengan sempurna sebelum memakai khuf, kemudian bila batal wudhu dalam tempoh masanya, cukup dengan menyapu air diatas khuf,

tempoh masa khuf: 
bagi yg bermukim mcam kita yg dalam kesejukan sehari semalam, dan bagi yg musafir jauh 3 hari 3 malam tanpa membukanya,

perkara yg membatalkan khuf:
buka khuf, habis tempoh masa pemakaiannya dan berlaku hadas besar,

itula sedikit yg ana tahu tentang khuf,sabda nabi muhammad S.A.W.
Permudahkanlah dan janganlah kamu menyusahkan…” [Hadis riwayat Bukhari]

stokin org pkai berenang

mungkin susah nak cari stokin kulit tu masa trdekat, bleh try cari kat langkawi stokin kalis air ni, klau kat malaysia saja2 pakai memang brpeluh la kaki, tapi ia elok dipakai pada cuaca sejuk disana.

maaf ye, ana x reti sangat nak menulis dalam blog ni, semoga ia bermanfaat kepada semua.

Monday, 29 July 2013

Bahagia



BAHAGIA
apakah itu bahagia?
semua manusia nak bahagia, bohong la kalau kata tak nak bahagia.. tapi tahukah kita apa makna bahagia tu?
ramai orang yang anggap bahagia itu ada pada harta dan duniawi, kadangkala ada yg irihati melihat jiran rumah besar, kawan kereta mewah, dan macam-macam irihati pada harta duniawi lagi, TAPI
bagi ana kebahagian hakiki itu adalah ketenangan hati yang mengingat ALLAH, bila jernih hati seseorang itu dan damai dengan cinta ALLAH maka di situ lah terletak nya cinta yg hakiki untuk membuatnya bahagia selamanya. 

selaras dengan firman ALLAH


"iaitu orang2 yg beriman dan tenang(bahagia) hati mereka dengan zikrullah, ketahuilah dengan 'zikrullah' tenanglah hati itu. (surah ar-rad ayat 28)

Rasullullah S.A.W telah bersabda,
"bahawasanya dalam tubuh manusia ada seketul daging. jika ia baik, maka baiklah seluruh badannya, tapi jika ia rosak, maka rosaklah seluruh badannya.. ianya adalah hati".. (H.R.bukhari & muslim)


Rasullulah S.A.W juga telah bersabda,
"bukan kekayaan itu dengan banyak harta benda tetapi kekayaan itu sebenarnya ialah kaya hati"kaya hati yg dimaksudkan itu adalah hati yg tenang, lapang dan merasa cukup dengan apa yg ada (bersyukur dengan apa yg ada)


bahagia bukan dengan memiliki semua yg kita cintai,
tapi bahagia adalah bila kita cinta semua yg kita miliki.

selamat mencari BAHAGIA

Thursday, 20 June 2013

WALL FACEBOOK vs JEWS WALL

assalamualaikum,
hari ni ana nak tulis tentang facebook, tahukah anda siapa pengasas facebook? pengasas nya adalah mark zuckerberg, yg telah dilahirkan pada 1984 di new york, dan dibesarkan sebagai yahudi, dan pada umur 13tahun dia telah sempurna menjalani bar mitzvah yakni upacara yang dilakukan apabila orang yahudi cukup umur(baligh), dan dia sendiri mengelar dirinya sebagai atheist, ini lah sedikit info tentang pengasas facebook, jadi kepada semua pengguna facebook, hati hati, jangan lalai dengan facebook.

Pernahkah anda tahu kenapa di facebook diguna istilah wall(dinding)???
ia adalah kerana bagi orang yahudi, setiap masalah mereka, mereka akan luahkan pada wall jarusalem, Al-quds..


inilah cara orang yahudi mengadu dihadapan dinding

Tengoklah, betapa liciknya permainan mereka, tapi ramai antara kita yang terperangkap,
kita sebagai muslim, kita kena mengadu hanya kepada allah.. tapi lihat lah, betapa ramai antara kita yang ada masalah mengadu di wall facebook, menulis nak bagitahu smua orang, mari lah sama sama kita berubah, mengadu lah segala masalah kita pada allah..

mengadu lah segala masalah kita kepada allah
maafkan ana kalau ada salah silap dalam penulisan yang teruk ini, ana baru belajar, sila beri tunjuk ajar,
ana bukan nak tujukan kepada mana mana individu tertentu, ini hanya peringatan bersama..
ana tak mengyahudi kan orang islam yang mengadu di wall facebook.. tapi ini hanya PERINGATAN

Monday, 17 June 2013

Kali pertama tulis blog

Ana seorang insan yang lemah, tetapi sentiasa mempunyai harapan yang tinggi, cita-cita ana ingin menjadi seorang manusia yang berguna kepada agama dan seluruh umat islam..
Ini kali pertama ana menulis dalam blog, sebenar nya ana memang tak tahu langsung tentang blog ni tapi ana cuba menulis untuk belajar..
Tujuan ana buat blog ni untuk berkongsi ilmu pengetahuan yang mungkin akan jadi keperluan kepada kita smua..
Last sekali ana nak minta maaf kepada siapa saja yang membaca post ini, maaf kan ana, ana baru nak belajar, bahasa melayu ana pon banyak yang salah.. Maafkan ana..

Sila beri tunjuk ajar..